PADANG, — Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mewujudkan penetapan Sumbar sebagai "Provinsi Literasi". Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang menegaskan bahwa komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui percepatan pembangunan infrastruktur literasi, penguatan komunitas baca, serta peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di tingkat ibu kota provinsi.
Dukungan lintas pemerintah daerah ini dinilai strategis untuk mengembalikan peran historis Sumatera Barat sebagai basis lahirnya cendekiawan, penulis, dan pemikir besar di Indonesia.
Sekdako Padang menyampaikan bahwa status Provinsi Literasi hanya dapat dicapai apabila kota dan kabupaten penyangga memiliki fondasi literasi yang kuat di tingkat akar rumput. Sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan di Sumatera Barat, Kota Padang mengambil peran sentral melalui pembenahan sarana layanan publik, seperti peremajaan Perpustakaan Umum Daerah, digitalisasi koleksi bacaan, hingga penyediaan ruang-ruang baca terbuka di area publik dan tempat ibadah.
Selain penyediaan fisik gedung perpustakaan, Pemko Padang juga mendorong penguatan kapasitas pengelola perpustakaan sekolah, komunitas literasi masyarakat, serta ruang baca di tingkat kelurahan.
Pemerintah daerah memandang bahwa keterlibatan aktif pegiat literasi lokal, akademisi, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menghidupkan budaya membaca yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Penguatan ekosistem literasi di Kota Padang tidak sekadar ditujukan untuk menaikkan angka statistik kegemaran membaca, tetapi diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kritis, kreatif, dan berdaya saing global.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, tantangan literasi saat ini telah bergeser dari sekadar melek huruf menuju kemampuan mengolah informasi secara kritis, memahami konteks, dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan sosial-ekonomi.
Melalui sinergi antara kebijakan Pemprov Sumbar dan eksekusi program Pemko Padang, pemerintah optimistis gerakan literasi terpadu ini mampu mendorong terciptanya masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society) yang siap menjawab tantangan zaman.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar