PADANG,  — Acara nonton bareng (nobar) film Lyora yang digelar di Kota Padang berlangsung penuh haru dan menyedot perhatian luas masyarakat. Film yang mengangkat perjalanan hidup dan perjuangan Meutya Hafid dalam menghadapi masa-masa kritis tumbuh kembang sang buah hati ini sukses menggugah empati para penonton yang memenuhi ruang pemutaran.

Kehadiran film ini diposisikan bukan sekadar sebagai sarana hiburan sinematik, melainkan juga sebagai media edukasi publik mengenai pentingnya dukungan emosional, ketahanan keluarga, serta penguatan peran perempuan di tengah ujian hidup.

Film Lyora menyajikan narasi emosional tentang keteguhan hati seorang ibu yang berjuang mendampingi buah hatinya melewati kondisi medis yang tidak mudah. Alur cerita yang jujur dan menyentuh tersebut berhasil membangun keterikatan emosional yang kuat dengan penonton dari berbagai latar belakang, mulai dari jajaran pejabat pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga kalangan mahasiswa.

Pemerintah Daerah Sumatera Barat yang turut hadir dalam acara nobar tersebut mengapresiasi pesan mendalam yang diusung oleh film ini. Keberanian Meutya Hafid dalam membagikan kisah personalnya dinilai mampu memberikan kekuatan moral, harapan, serta inspirasi bagi banyak keluarga di Indonesia yang tengah menghadapi perjuangan serupa.

Film ini juga menjadi pengingat pentingnya aksesibilitas layanan kesehatan anak dan pentingnya membangun sistem dukungan (support system) yang kuat di dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Penyelenggaraan nobar ini menjadi bukti nyata bahwa karya sinema memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan kepedulian sosial dan membangun kesadaran kolektif warga. Melalui penayangan karya-karya film yang inspiratif dan berbobot, media film diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi isu-isu kemanusiaan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong agar kegiatan pemutaran film edukatif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah.

Dengan memadukan seni peran, kekuatan narasi, dan nilai-nilai moral yang inklusif, industri film nasional diharapkan dapat terus melahirkan karya yang tidak hanya bernilai estetis tinggi, tetapi juga membawa dampak sosial yang positif bagi pembangunan karakter masyarakat.