Perkuat Karakter Generasi Muda, Pemko Padang Dukung Penuh Gerakan Ngaji Literasi
PADANG, — Pemerintah Kota Padang menyatakan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap penguatan "Gerakan Ngaji Literasi" di wilayah Kota Padang. Inisiatif keagamaan dan kebudayaan ini dipandang sebagai langkah konkret dalam memadukan tradisi mengaji dengan budaya membaca serta berpikir kritis di kalangan anak-anak dan remaja Minangkabau.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membumikan kembali falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK) sekaligus membangun benteng moral generasi muda di tengah arus digitalisasi.
Gerakan Ngaji Literasi dirancang tidak sekadar melatih kemampuan membaca Al-Qur'an secara tartil, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan tadabur, pemahaman makna teks, serta pengembangan minat baca terhadap buku-buku pengetahuan umum dan kebudayaan.
Pemerintah Kota Padang menilai integrasi antara literasi keagamaan (religious literacy) dan literasi dasar merupakan pendekatan yang sangat relevan untuk diterapkan di surau-surau, masjid, dan lembaga pendidikan di Kota Padang. Melalui pola pembinaan ini, anak-anak diajak untuk melatih kecerdasan spiritual sekaligus kecerdasan intelektual secara seimbang.
Sinergi antara pemerintah daerah, para dai, ulama, pegiat literasi, serta pengurus masjid menjadi kunci utama agar gerakan ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.
Dukungan terhadap Gerakan Ngaji Literasi ini merupakan bagian terintegrasi dari program penguatan peran surau di Kota Padang. Pemerintah daerah berupaya mengembalikan fungsi historis surau sebagai pusat pendidikan karakter, tempat berdiskusi, serta pusat interaksi sosial yang ramah anak dan pemuda.
Dengan memfasilitasi ketersediaan bahan bacaan berkualitas di pojok-pojok baca surau serta melatih para pengajar, Pemko Padang berharap tingkat kegemaran membaca dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di Kota Padang terus meningkat.
Melalui keberlanjutan Gerakan Ngaji Literasi, Kota Padang ditargetkan mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki kedalaman iman dan keagamaan yang kokoh, tetapi juga berpengetahuan luas, kritis, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar