Festival Literasi Kota Padang 2026: Menggelorakan "Semesta Buku" untuk Wujudkan Padang Membaca
PADANG, — Pemerintah Kota Padang resmi membuka Festival Literasi Kota Padang 2026 yang mengusung tema "Semesta Buku untuk Padang Membaca". Ajang literasi tahunan ini digelar sebagai wadah konsolidasi bagi para penulis, penerbit, komunitas baca, akademisi, dan masyarakat luas guna memperkuat budaya literasi serta menggairahkan ekosistem perbukuan di Sumatera Barat.
Perhelatan yang berlangsung interaktif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sekaligus menumbuhkan iklim kreatif berbasis pengetahuan di Kota Padang.
Festival Literasi Kota Padang 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan komprehensif, mulai dari pameran buku (book fair), bedah buku karya penulis lokal dan nasional, lokakarya penulisan, hingga kompetisi literasi untuk tingkat pelajar dan umum.
Pemerintah Kota Padang menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui tema "Semesta Buku", festival ini tidak hanya memosisikan buku sebagai komoditas atau sarana membaca semata, tetapi juga sebagai ruang gagasan yang menghubungkan tradisi lisan Minangkabau dengan literasi modern.
Kehadiran puluhan penerbit serta keterlibatan aktif pegiat literasi daerah dalam acara ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang berkualitas, bermutu, dan terjangkau.
Pemerintah daerah memandang bahwa penguatan budaya membaca merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter. Di tengah melimpahnya arus informasi di era digital, kemampuan membaca kritis dan menyaring informasi menjadi kebutuhan krusial bagi generasi muda.
Melalui penyelenggaraan Festival Literasi Kota Padang 2026, Pemko Padang berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang-ruang perjumpaan edukatif di berbagai sudut kota—mulai dari sekolah, ruang publik, hingga perpustakaan berbasis komunitas dan surau.
Langkah konsisten ini diharapkan dapat mengukuhkan kedudukan Kota Padang sebagai salah satu pusat pertumbuhan literasi, pendidikan, dan kebudayaan yang inklusif di wilayah Sumatera.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar