PADANG,  — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengajak kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk mengambil peran aktif sebagai kreator konten digital yang positif, edukatif, dan bernilai budaya. Momentum lonjakan tren penonton film nasional dalam beberapa tahun terakhir dipandang sebagai peluang emas bagi pemuda Sumatera Barat untuk menyalurkan gagasan kreatif sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke kancah nasional maupun global.

Ajakan tersebut disampaikan dalam forum diskusi dan sosialisasi media kreatif yang melibatkan akademisi, mahasiswa, serta praktisi perfilman dan media digital di Kota Padang.

Pemerintah daerah menyoroti fenomena menggeliatnya industri perfilman tanah air yang berhasil menyedot puluhan juta penonton di bioskop. Kebangkitan sinema nasional ini dinilai tidak hanya didorong oleh kualitas cerita yang kian membaik, tetapi juga oleh ekosistem promosi media sosial yang masif yang digerakkan oleh netizen dan kreator konten muda.

Mahasiswa Sumatera Barat diimbau untuk tidak sekadar menjadi konsumen atau penonton pasif di era media sosial, melainkan bertransformasi menjadi produsen pesan yang membangun. Keterampilan memproduksi konten media—seperti ulasan film (film review), sinematografi pendek, vlogging budaya, hingga narasi kearifan lokal—harus dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai edukatif dan memperkuat identitas kebudayaan Minangkabau.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemprov Sumbar dalam membangun ekonomi kreatif berbasis digital di kalangan pemuda.

Di tengah membanjirnya arus informasi di media sosial, pemerintah daerah menekankan pentingnya etika dan literasi digital (digital literacy). Maraknya konten destruktif, disinformasi, serta provokasi di ruang siber harus diimbangi dengan produksi konten-konten tandingan yang menyejukkan, inspiratif, dan berbobot.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi, pelatihan, dan fasilitasi bagi komunitas film indie serta kreator konten kampus.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan tinggi, komunitas kreatif, dan kebijakan pemerintah, mahasiswa di Sumatera Barat diharapkan mampu melahirkan karya-karya sinematik dan digital yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memajukan literasi, mempromosikan pariwisata, serta mengharumkan nama daerah.