Payakumbuh - Demam Piala Dunia 2026 tak hanya jadi ajang pesta bola bagi pencinta sepak bola di Kota Payakumbuh. Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bergerak cepat memanfaatkan euforia ajang empat tahunan ini untuk menggenjot perekonomian daerah, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.
Melalui penyelenggaraan Nonton Bareng (Nobar) resmi di titik-titik strategis seperti Tugu Adipura, Pemko Payakumbuh berhasil menciptakan ruang publik yang ramai dikunjungi ribuan warga. Momen berkumpulnya massa ini dimaksimalkan untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat pada malam hari.
Inisiatif Pemko Payakumbuh ini membawa dampak positif langsung (multiplier effect) bagi para pedagang makanan, minuman, hingga cinderamata lokal. Omzet para pelaku usaha dilaporkan melonjak signifikan selama penayangan laga-laga krusial Piala Dunia.
Pihak Pemko Payakumbuh menyatakan bahwa strategi menggabungkan ajang olahraga akbar dengan pemberdayaan UMKM merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan hiburan rakyat yang berdampak ekonomi nyata.
Keberhasilan pemanfaatan momen Piala Dunia ini menjadi bukti efektivitas pengelolaan ruang publik di Payakumbuh. Selain mempererat tali silaturahmi antarwarga, kolaborasi ini terbukti efektif dalam memutar rantai pasok kuliner lokal.
Ke depan, Pemko Payakumbuh berkomitmen untuk terus mengadopsi konsep serupa pada momen-momen besar nasional maupun internasional lainnya demi menjaga geliat ekonomi kreatif warga Kota Randang tetap tumbuh secara berkelanjutan.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar