PADANG,  — Pemerintah Kota Padang mematangkan langkah strategis menuju penobatan sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network). Sebagai upaya memperkuat sektor prioritas, Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) guna mengakselerasi ekosistem industri fesyen dan kriya berbasis kearifan lokal.

Langkah ini diambil untuk menempatkan potensi ekonomi kreatif Kota Padang—khususnya dalam bidang desain, kain tradisional, dan fesyen—ke panggung internasional, sekaligus menjadikannya sebagai mesin penggerak ekonomi daerah yang inklusif.

Dalam pertemuannya bersama jajaran pengurus IFC, Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa kekayaan budaya Minangkabau, seperti seni tenun, sulaman, dan batik khas daerah, memiliki daya saing tinggi jika dipadukan dengan sentuhan desain modern serta strategi pemasaran yang tepat.

Kerja sama dengan IFC diproyeksikan mencakup berbagai program pembinaan, mulai dari peningkatan kapasitas desainer lokal (curation & coaching), inkubasi bisnis bagi pelaku UMKM kreatif, hingga penyelenggaraan event fesyen berskala nasional dan internasional di Kota Padang.

Melalui standarisasi produk dan penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir, para perancang dan perajin lokal diharapkan mampu menembus pasar global tanpa kehilangan identitas kebudayaan Minangkabau.

Pengakuan sebagai Kota Kreatif UNESCO memerlukan ekosistem yang solid, mencakup regulasi pendukung, keterlibatan aktif komunitas, infrastruktur publik, hingga kolaborasi lintas sektor (pentahelix).

Sinergi antara Pemko Padang dan pelaku industri fesyen melalui IFC menjadi bukti komitmen daerah dalam memenuhi standar dan indikator yang ditetapkan UNESCO.

Kehadiran ekosistem fesyen yang maju di Kota Padang tidak hanya ditargetkan untuk meraih predikat global semata, tetapi juga diciptakan untuk membuka lapangan kerja baru, memperkuat branding pariwisata daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada inovasi dan kebudayaan.