Padang - Bicara soal sepak bola Sumatra Barat, nama Semen Padang FC tentu tak bisa dilepaskan. Klub profesional yang bermarkas di Kota Padang ini merupakan salah satu tim tertua dan paling konsisten dalam peta sepak bola Indonesia.

Mengusung warna kebanggaan merah, kuning, dan hitam, klub yang dijuluki Kabau Sirah (Kerbau Merah) ini memiliki basis suporter yang amat militan di Sumatra Barat.

Sejarah Singkat dan Berdirinya Klub

Semen Padang FC didirikan pada 30 November 1980. Kelahiran klub ini tak lepas dari peran PT Semen Padang, perusahaan semen tertua di Indonesia, yang berkomitmen membina olahraga sepak bola di kawasan lokal hingga akhirnya melenggang ke tingkat nasional.

Sejak era Galatama (Liga Sepak Bola Utama), Semen Padang FC sudah menjadi salah satu kekuatan menakutkan bagi tim-tim papan atas lainnya di Indonesia.

Deretan Prestasi Mengkilap

Sepanjang kiprahnya di jagat sepak bola Tanah Air, Semen Padang FC telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi. Beberapa pencapaian manis klub antara lain:

  •     Piala Utama/Galatama: Juara Piala Galatama (1992)
  •     Liga Prima Indonesia (IPL): Juara (2011–2012)
  •     Piala Indonesia: Runner-up (2012)
  •     Community Shield Indonesia: Juara (2013)
  •     Level Asia: Menembus Perempat Final AFC Cup (2013)

Tak hanya perkasa di liga domestik, pencapaian menembus babak 8 besar AFC Cup 2013 menjadi salah satu tinta emas terbaik dalam sejarah klub di kancah Asia.

Semen Padang FC bermarkas di Stadion H. Agus Salim, Padang, yang memiliki kapasitas puluhan ribu penonton. Stadion ini kerap menjadi tempat yang "keramat" dan sulit ditaklukkan oleh tim-tim tamu saat bertandang.

Perjuangan Kabau Sirah di lapangan hijau selalu diiringi oleh gemuruh ribuan pendukung setianya, di antaranya dua kelompok suporter terbesar:

  •     The Kmers (Keluarga Suporter Semen Padang)
  •     Spartacks (Suporter Padang Anak Nagari)

Kedua kelompok ini menjadi "pemain ke-12" yang tak pernah berhenti membakar semangat para pemain tiap kali bertanding di kandang maupun saat laga tandang.