
PADANG, — Pemerintah Kota Padang mengakselerasi rencana pembangunan "Sekolah Rakyat" sebagai langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Upaya jemput bola dilakukan oleh jajaran Pemko Padang dengan menggelar koordinasi intensif ke dua instansi pusat, yakni Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta.
Langkah ini diambil untuk memastikan kepastian regulasi, skema pendanaan, hingga legalitas lahan calon lokasi pembangunan sekolah unggulan berasrama tersebut dapat berjalan selaras dan tepat waktu.
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sarana pendidikan holistik dan gratis yang ditujukan khusus bagi anak-anak yang terancam putus sekolah atau berasal dari keluarga penerima manfaat program kesejahteraan sosial.
Melalui skema berasrama (boarding school), sekolah ini tidak hanya memfokuskan pada kurikulum akademik, tetapi juga pembinaan karakter, keterampilan vokasional, serta jaminan pemenuhan gizi peserta didik secara berkelanjutan.
Langkah koordinasi ke Kementerian Sosial berfokus pada sinkronisasi data calon siswa berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta integrasi bantuan operasional. Sementara itu, koordinasi bersama Kementerian ATR/BPN dilakukan guna memastikan status alih fungsi lahan serta kemudahan sertifikasi tanah negara yang dialokasikan bagi pembangunan fisik sekolah tersebut.
Penyediaan lahan yang aman dan bebas sengketa menjadi fondasi utama sebelum konstruksi fisik dimulai. Langkah Pemko Padang mendatangi Kementerian ATR/BPN mencerminkan komitmen tata kelola pemerintahan yang tertib administrasi, sehingga aset yang dibangun kelak terlindungi secara hukum.
Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini diharapkan dapat mempercepat proses pembebasan dan penataan lahan, sekaligus memperjelas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBD dalam mendukung operasional Sekolah Rakyat.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kota Padang diharapkan tidak sekadar menjadi infrastruktur fisik baru, melainkan menjadi pendorong kesetaraan akses pendidikan serta investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing di Sumatera Barat.
Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar