PADANG,  — Pemerintah Kota Padang terus mengakselerasi penguatan karakter dan spiritualitas generasi muda melalui optimalisasi program "Smart Surau". Langkah ini ditegaskan lewat pembukaan Festival Tadabur Yasin dan Mars Tarbiyah se-Kota Padang yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Kegiatan yang diikuti oleh para peserta dari berbagai kecamatan dan lembaga pendidikan keagamaan di Kota Padang ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus membumikan pemahaman Al-Qur'an di tengah dinamika modernisasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa program Smart Surau merupakan salah satu terobosan strategis Pemko Padang untuk mengembalikan peran historis surau di Minangkabau. Surau tidak lagi sekadar menjadi tempat ibadah ritual, melainkan pusat peradaban, pendidikan karakter, pembentukan moral, hingga pusat kegiatan belajar masyarakat yang adaptif terhadap teknologi.

Melalui pendekatan "Smart Surau", pemerintah daerah mengintergrasikan nilai-nilai kearifan lokal Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK) dengan fasilitas penunjang modern. Kehadiran ruang belajar yang nyaman, akses informasi, serta kegiatan edukatif seperti tadabur dan seni keislaman diharapkan mampu menarik minat anak-anak dan remaja untuk kembali meramaikan surau.

Pelaksanaan Festival Tadabur Yasin dan Mars Tarbiyah menjadi instrumen evaluasi sekaligus stimulus agar aktivitas pembinaan keagamaan di tiap-tiap surau dan sekolah tetap hidup dan berkelanjutan.

Wali Kota menekankan bahwa tantangan era digital memerlukan benteng moral yang kuat bagi generasi muda. Kegiatan penafsiran dan penghayatan (tadabur) Al-Qur'an serta penanaman nilai-nilai perjuangan melalui Mars Tarbiyah menjadi bagian terintegrasi dalam membangun sumber daya manusia Kota Padang yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual.

Pemko Padang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan literasi keagamaan dan kebudayaan berbasis komunitas. Sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan diharapkan dapat menjadikan surau sebagai pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia, mandiri, serta siap menghadapi tantangan masa depan.