PAYAKUMBUH,  — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Payakumbuh menghadirkan fasilitas Warung Jujur (WarJur) dan area seduh minuman mandiri di balkon lantai dua Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Langkah ini diambil guna meningkatkan kenyamanan pemustaka sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas kepada masyarakat.

Di area tersebut, pengunjung dapat membeli aneka makanan ringan serta memanfaatkan fasilitas self-service berupa dispenser air panas untuk menyeduh kopi saset dan teh secara mandiri. Seluruh proses transaksi dilakukan tanpa penjaga; pengunjung cukup mengambil barang dan memasukkan uang pembayaran ke dalam kotak yang telah disediakan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Erwan mengatakan, inovasi ini dirancang untuk mengubah citra perpustakaan agar tidak lagi terkesan kaku. Menurut dia, perpustakaan daerah harus bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan pengunjung, seperti pelajar, mahasiswa, dan komunitas literasi.

"Kami ingin perpustakaan menjadi ruang publik yang nyaman dan inklusif. Dengan adanya Warung Jujur di balkon lantai dua, pemustaka dapat membaca, berdiskusi, atau mengerjakan tugas dengan lebih rileks," ujar Erwan saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Erwan menambahkan, keberadaan WarJur mengemban misi edukasi karakter. Pengelola menaruh kepercayaan penuh kepada para pengunjung untuk mempraktikkan budaya jujur dan bertanggung jawab melalui pola bertransaksi mandiri. Mengusung moto "Kejujuran Kecil, Manfaat Besar", program ini diharapkan mampu memupuk nilai integritas sejak dini dari hal-hal sederhana.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Fatmawati menilai, keberadaan WarJur membawa dampak positif bagi ekosistem perpustakaan secara keseluruhan, baik bagi masyarakat umum maupun aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas.

"Hadirnya fasilitas ini membawa manfaat tidak hanya bagi pengunjung yang butuh penyegar saat belajar, tetapi juga bagi para pegawai. Suasana kerja dan pelayanan menjadi lebih hidup, praktis, serta saling mendukung," kata Fatmawati.

Dengan pembenahan sarana dan prasarana berbasis kenyamanan ini, Dispusip Kota Payakumbuh optimistis angka kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah akan terus meningkat, sekaligus memperkuat budaya literasi di Kota Payakumbuh.