PADANG,  — Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri aksi sosial memasak rendang bagi korban terdampak bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diinisiasi oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumatera Barat di Padang, Selasa (18/8/2026).

Melalui sinergi lembaga adat dan organisasi kemasyarakatan tersebut, sebanyak 5 ton rendang disiapkan untuk disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak musibah di wilayah NTT.

Bantuan pangan olahan daging ini disiapkan sebagai bentuk solidaritas masyarakat Minangkabau menyusul gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Bencana alam tersebut dilaporkan mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan pada pemukiman warga dan infrastruktur publik.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh jajaran LKAAM Sumbar serta Gebu Minang Sumbar dalam menggalang aksi kemanusiaan.

"Aksi memasak rendang ini merupakan wujud nyata dari nilai kepedulian dan kegotongroyongan masyarakat Minangkabau terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di NTT. Pemerintah Kota Padang sangat mendukung langkah cepat ini," ujar Fadly di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa rendang dipilih sebagai bentuk bantuan logistik utama karena sifatnya yang tahan lama, bergizi tinggi, serta siap dikonsumsi tanpa memerlukan proses pengolahan ulang di daerah bencana yang biasanya mengalami keterbatasan sarana memasak.

Dukungan rantai logistik dan pengiriman bantuan pangan tersebut tengah dikordinasikan dengan instansi terkait agar 5 ton rendang dapat segera didistribusikan ke titik-titik pengungsian terparah di NTT.